Sejenak aku termenung,
berfikir tentang hal yang entah apa aku
pikir, mencari hal yang tak pernah aku temukan, dan kemudian aku sadar bahwa
aku masi ada di dalam ruang bayang-bayang masa lalu. Yang seakan masa itu masih
ku alami dan kurasakan hingga pada detik ini. Masa-masa dimana aku dihadapkan
dengan sejuta rangkaian pristiwa bersamamu. Yah, kamu.. Mantan kekasihku lebih
tepatnya. Saat aku sayang kamu dan kamu sayang aku. Masih mengingatnyakah..?
Merasa berdosakah kamu..? Atau kamu tak pernah merasakan apapun..? Bahkan
mungkin kamu tak merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan..? Rasa
kehilangan yang amat mendalam.
Setelah
kepergianmu.. mungkin kamu telah melupakan masa itu, atau mungkin sekarang kamu
tak menghiraukan keberada’anku. Setahun lamanya.. waktu yang mungkin relatif lama, tapi bagiku tidak
karena aku masi merasakan masa-masa itu. Mengingat bukan berarti mengharapkanmu
kembali. Mungkin karena aku terlalu mengosongkan hati. Yah tak ingin disakiti
lagi.
Entah ditengah
kekosongan hatiku, tiba-tiba aku mengingat berbagai kenangan bersamamu dulu. Mengingat
tentang secerca kalimat-kalimatmu padaku, yang mungkin terlalu banyak untuk aku
ungkapkan disini. Kalimat yang selalu terucap entah mungkin hanya sepatah atau
dua kata, entah kamu ucapkan ditelvon atau sekedar pesan singkat atau mungkin
melalui chating difacebook. Apa kamu mengingat kalimat demi kalimat itu..?
“SAYANG” sepatah kata yang tak asing bagiku juga bagimu jika mungkin kamu masih
mengingatnya. Aku pun masih mengingat juga, kata tersebut akan hilang sekejap
mungkin jika kita sedang berselisih paham, lalu terganti dengan “SAYA” dan
“KAMU”. Kemudian kita tertawa lagi dan kata “SAYANG” akan terdengar kembali.
Lucu kah..? yah itu kita, kita yang dulu. Dan sekarang, semua berubah.. kata
sayang telah berubah menjadi saya dan kamu, dan tak akan pernah kembali seperti
semula lagi. Mengapa..? karena kita bukan kita yang dulu. Kita yang dulu hanyut
entah hanyut di samudra mana, dan hilang entah dibagian bumi sebelah mana. Itu
suatu hal kecil tentangmu, lebih tepatnya tentang kita yang masih ku ingat, sampai
detik ini dan entah sampai kapan aku akan mengingatnya. Masih banyak lagi
sebenarnya yang masih kuingat, tapi aku sudah cukup lelah untuk menulisnya, dan
yang pasti memerlukan air mata unruk menulisnya.
Yah..
merasa cukup bodoh sebenarnya aku mengingat semua itu. Tak berguna bahkan hanya
membuang-buang waktu. Tapi entah mengapa otak dan hati kecilku searah untuk
mengingat itu semua yang bahkan aku sendiripun tak mau mengingatnya. Tolong aku
ya Tuhan.. mungkin karena selama ini aku selalu merasa kosong. Kosong karena
aku tak memberi sedikit celah pada orang lain untuk mengisi hatiku. Namun
mengapa aku begitu kuat dengan kekosongan itu..? setahun adalah waktu yang relatif
lama setelah kepergiannya..? Namun aku masih merasa sepi dan bahkan kosong..?
0 komentar:
Posting Komentar